tehnologi pangan uji empat rasa
BAB I
PENDAHULUAN
a. Acara
1. Penentuan Empat Rasa
Dasar
b. Hari/Tanggal
Rabu/ 12 oktober 2016
c. Tujuan
1. Menghitung bahan untuk membuat suatu larutan
dengan konsentrasi tertentu.
2.
Menyiapkan dan membuat bahan larutan garam, gula, asam sitrat,dan pil kana
Dengan konsentrasi tertentu.
3.
Mengetahui sensivitas pribadi terhadp empat rasa dasar : asin, manis, asam, dan
Pahit.
BAB II
Metode Percobaan
A. Alat dan Bahan
Bahan Alat
1. Garam dapur 1.
Gelas beker
2. Gula pasir 2. Gelas kecil
3. Asam sitrat / asam
cuka 3. Baki
4. kopi 4. Alat pengaduk
5. aquades 5. Label
6. gelas ukur
7.
gelas volumetrik 1000 ml
B. Cara Kerja
Menyiapkan larutan sesuai dengan konsentrasi
dibawah ini :
Garam dapur
: 0%, 1 %, 4 %, 8 % Gula
pasir : 1%, 2%, 8%, 15%
Asam sitrat :
0,2%, 0,4%, 4%, 12% Kopi : 1%, 1,5%, 2%, 5%
Memberi
kode untuk tiap jenis konsentrasi larutan
Menghidangkan
empat seri sampel @ 15 gelas masing – masing berisi 50 cc larutan dan cantumkan
label kode pada tiap-tiap gelas sampel
Mengatur
gelas di atas baki sesuai dengan besar konsentrasi dari rendah ke tinggi
Meletakkan formulir uji cita rasa dan air untuk
kumur di atas baki
Melakukan
uji cita rasa dengan menggunakan formulir uji cita rasa yang sudah disediakan
(setiap selesai mencicipi satu sampel harap berkumur)
BAB III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
RASA
|
Sampel
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Asin
|
4%
|
0%
|
8%
|
1%
|
Manis
|
1%
|
8%
|
15%
|
2%
|
Asam
|
4%
|
0,2%
|
0.4%
|
12%
|
Pahit
|
2%
|
1.5%
|
1%
|
5%
|
B. PEMBAHASAN
Memberi kode untuk tiap jenis
konsentrasi larutan berfungsi untuk
menghindari adanya kesalahan, seperti pertukaran sampel.Setiap
larutan diberi kode dan diletakkan di dalam gelas. Fungsi dari pemberian kode
adalah untuk menghindari adanya kesalahan, seperti tertukar. Setelah itu gelas
diacak urutannya, akan tetapi tetap dalam 1 bidang rasa. Lalu panelis mencicipi
setiap larutan tersebut dan mencatatnya. Setiap setelah mencicipi satu larutan,
setiap panelis diwajibkan berkumur dengan air dan beristirahat sebentar untuk
menetralkan lidah. Pengujian
ini menggunakan larutan empat macam rasa dengan kadar yang berbeda – beda.
Untuk rasa asin, menggunakan larutam garam dapur dengan konsentrasi sebesar
0%, 1%, 4%, 8%, untuk rasa manis menggunakan larutan gula pasir dengan
konsentrasi sebesar 1%, 2%, 8%, 15%, untuk rasa asam menggunakan larutan asam
sitrat dengan konsentrasi sebesar 0.2%, 0.4%, 4%, 12% dan
untuk rasa pahit menggunakan larutan kopi dengan konsentrasi
sebesar 1%, 1,5%, 2%, 5%.
Di
dalam penelitian ini, panelis diharuskan mencoba semua sampel menggunakan
indera pengecapnya, yaitu lidah. Pengujian ini mengandalkan kepekaan lidah
panelis dalam menentukan rasa tiap larutan. Pada pengujian ini, setiap panelis
diberi beberapa larutan pahit, manis, asam dan asin dengan kadar konsentrasi
yang berbeda – beda mulai dari konsentrasi yang rendah hingga tinggi.
Gelas
beker digunakan untuk mengukur larutan dan jumlah air yang digunakan sebelum di
sajikan fungsinya untuk mengukur tingkat rasa yang akan di uji. Gelas kecil
digunakan sebagai tempat larutan yang akan di uji oleh panelis. Baki berfungsi
untuk alas gelas supaya air yang tumpah tidak jatuh diatas meja. Alat pengaduk
berfungsi untuk mengaduk larutan yang mengendap dibawah agar larutannya
mendapat rasa yang sempurna saat pengujian. Label berfungsi sebagai pemberian
kode pada larutan agar tidak tertukar dan memudahkna panelis untuk menentukan
tingkat konsetrasi.
Dari hasil praktikum untuk pengujian rasa asin, rasa
yang paling kuat adalah di dalam larutangaram dapur dengan konsentrasi 8%,
disusul oleh konsentrasi 4%, 1%, dan 0%. Rasa asin dihasilkan oleh garam –
garam anorganik, yang umum adalah NaCl murni. Tetapi garam – garam anorganik
lainnya seperti garam iodide dan bromide mempunyai rasa pahit. Sedangkan garam
Pb dan Be mempunyai rasa manis (Winarno, 2004).
Hasil dari penghitungan jumlah bahan dan pelarut yang
diperlukan untuk membuat larutan garam dapur adalah :
a. Kadar konsentrasi 0%
Garam yang dibutuhkan : 0% x 100 ml = 0 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 0
g = 100 ml
b. Kadar konsentrasi 1%
Garam yang dibutuhkan : 1% x 100 ml = 1 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 1 g = 99 ml
c. Kadar konsentrasi 4%
Garam yang dibutuhkan : 4% x 100 ml = 4 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 4
g = 96 ml
d. Kadar konsentrasi 8%
Garam yang dibutuhkan : 8% x 100 ml = 8 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 8 g = 92 ml
Dari hasil praktikum untuk pengujian rasa manis, rasa
yang paling kuat adalah larutan gula pasir dengan konsentrasi 15%, lalu disusul
oleh konsentrasi 8%, 2%, dan 1%. Rasa manis ditimbulkan oleh senyawa organic
alifatik yang mengandung gugus OH seperti alcohol, beberapa asam amino,
aldehida, dan gliserol. Sumber utama rasa manis terutama adalah gula atau
sukrosa dan monosakarida atau disakarida yang mempunyai jarak ikatan hydrogen 3
– 5 Å. Pemanis buatan seperti sakarin, siklamat, dan dulsin dalam konsentrasi
yang tinggi cenderung memberikan after taste (pahit nimbrah, dan rasa
lain) (Winarno, 2004).
Hasil dari penghitungan jumlah bahan dan pelarut yang
diperlukan untuk membuat larutan gula pasir adalah :
a.
Kadar
konsentrasi 1%
Gula yang dibutuhkan : 1% x 100 ml = 1 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 1 g = 99 ml
.
b.
Kadar
konsentrasi 2%
Gula yang dibutuhkan : 2% x 100 ml = 2 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml –
2 g = 98 ml
c. Kadar konsentrasi 8%
Gula yang dibutuhkan : 8% x 100 ml = 8 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 8 g = 92 ml
d. Kadar konsentrasi 15%
Gula yang dibutuhkan : 15% x 100 ml = 15 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml –
15 g = 85 ml
Dari hasil praktikum untuk pengujian rasa asam, rasa
yang paling kuat adalah larutan asam sitrat dengan konsentrasi 12%, lalu
disusul oleh konsentrasi 4%, 0.4%, dan 0.2%. Rasa asam pada makanan disebabkan
oleh donor proton, misalnya asam pada cuka, buah – buahan, sayuran, dan garam
asam seperti cream of tartar. Intensitas rasa asam tergantung pada ion H+
yang dihasilkan dari hidrolisis asam (Winarno, 2004).
Hasil dari penghitungan jumlah bahan dan pelarut yang
diperlukan untuk membuat larutan asam sitrat adalah :
a.
Kadar
konsentrasi 4%
asam
sitrat yang dibutuhkan : 4% x 100 ml = 4 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 4 g = 96 ml
b.
Kadar
konsentrasi 0,2%
Gula yang dibutuhkan : 0,2% x 100 ml = 0,2 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml –
0,2 g = 99,8 ml
c. Kadar konsentrasi 0,4%
Gula yang dibutuhkan : 0,4% x 100 ml = 0,4 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 0,4 g = 99,6 ml
d. Kadar konsentrasi 12%
Gula yang dibutuhkan : 12% x 100 ml = 12 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml –
12 g = 88 ml
Dari hasil praktikum untuk pengujian rasa pahit, rasa
yang paling kuat adalah larutan kopi dengan konsentrasi 5%, lalu
disusul oleh konsentrasi 2 %, 1 %, dan 1,5 %. Rasa pahit pada
makanan disebabkan karena adanya senyawa alkaloid – alkaloid, misalnya kafein,
teobromin, kuinon, glikosida, senyawa fenol seperti naringin, garam – garam Mg,
Nh4, dan Ca.
Hasil dari penghitungan jumlah bahan dan pelarut yang
diperlukan untuk membuat larutan kopi adalah :
a.Kadar konsentrasi 2%
Kopi yang dibutuhkan : 2% x 100 ml = 2 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 2 g = 98 ml
b. Kadar konsentrasi 1,5%
kopi yang dibutuhkan : 1,5% x 100 ml = 1,5 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 1,5 g = 98,5 ml
c. Kadar konsentrasi 5%
kopi yang dibutuhkan : 5% x 100 ml = 5 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 5 g = 95 ml
d. Kadar konsentrasi 1%
kopi yang dibutuhkan : 1% x 100 ml = 1 g
Air yang dibutuhkan : 100 ml – 1 g = 99 ml
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa:
1. Mampu menghitung bahan untuk pembuatan suatu
larutan dengan konsentrasi tertentu
2. Mengaetahui sensivitas seseorang terhadap empat
rasa: asam, manis, asin dan pahit.
3.
Mahasiswa dapat menyiapkan dan
membuat larutan garam, gula, asam sitrat dan kopi dengan konsentrasi tertentu.
Masalah yang kita dapatkan saat adanya perbedaan
persepsi ketika melakukan uji penentuan empat rasa dasar. Ketika panelis A menyukai rasa asin dan
panelis B tidak menyukai rasa asin sehingga panelis B menyimpulkan bahwa
konsentrasi asam sitrat berkonsentrasi rendah disimpulkan sebagai asam sitrat
yang mempunyai konsentrasi tinggi.
Pada permukaan lidah, terdapat ribuan tonjolan –
tonjolan kecil berlapis selaput lendir yang berfungsi sebagai pengenal untuk
empat rasa berbeda. Bagian – bagian ini dipetakan dari bagaimana sensitifitas
bagian lidah tertentu saat berinteraksi dengan rasa – rasa yang ada di dalam
makanan. Secara anatomis, bagian – bagian tertentu dalam lidah dapat menangkap
intensitas sebuah rasa pada makanan.
Bagian tersebut
adalah :
1. Bagian ujung hingga sisi kanan
– kiri lidah tengah lidah untuk pengecap rasa manis
2. Sisi lidah kanan – kiri untuk
pengecap rasa asam
3. Bagian ujung hingga ke tengah
untuk pengecap rasa asin
4.
Bagian
pangkal lidah untuk pengecap rasa pahit
Di dalam penelitian ini, panelis diharuskan mencoba
semua sampel menggunakan indera pengecapnya, yaitu lidah. Pengujian ini
mengandalkan kepekaan lidah panelis dalam menentukan rasa tiap larutan. Pada pengujian
ini, setiap panelis diberi beberapa larutan pahit, manis, asam dan asin dengan
kadar konsentrasi yang berbeda – beda mulai dari konsentrasi yang rendah hingga
tinggi.
Pada saat pengujian, kadar
konsentrasi terendah tidak semuanya dapat dirasakan oleh lidah panelis. Akan
tetapi, semakin tinggi kadar konsentrasi, maka rasa yang dirasakan semakin
jelas.
Tabel 1. Hasil Uji Citarasa
Empat Rasa Dasar
RASA
|
Sampel
|
|||
`1
|
2
|
3
|
4
|
|
Asin
|
8%
|
4%
|
1%
|
0%
|
Manis
|
2%
|
8%
|
15%
|
1%
|
Asam
|
1%
|
4%
|
0.4%
|
0.2%
|
Pahit
|
0%
|
0.5%
|
1%
|
0.1%
|
Senyawa kimia
Salah satu factor yang mempengaruhi rasa adalah
senyawa kimia. Di bawah ini adalah senyawa kimia yang dapat mempengaruhi rasa
pada makanan :
a. Manis
Rasa manis ditimbulkan oleh senyawa organic alifatik
yang mengandung gugus OH seperti alcohol, beberapa asam amino, aldehida, dan
gliserol. Sumber utama rasa manis terutama adalah gula atau sukrosa dan
monosakarida atau disakarida yang mempunyai jarak ikatan hydrogen 3 – 5 Å.
Pemanis buatan seperti sakarin, siklamat, dan dulsin dalam konsentrasi yang
tinggi cenderung memberikan after taste (pahit nimbrah, dan rasa lain).
b. Pahit
Rasa pahit pada makanan disebabkan karena adanya
senyawa alkaloid – alkaloid, misalnya kafein, teobromin, kuinon, glikosida,
senyawa fenol seperti naringin, garam – garam Mg, Nh4, dan Ca.
c. Asin
Rasa asin dihasilkan oleh garam anorganik, seperi
NaCl. Akan tetapi, tidak semua garam mampu menghasilkan rasa asin, beberapa
bahkan menghasilkan rasa pahit seperti garam iodide dan bromide serta rasa
manis pada garam Pb dan Be.
d. Asam
Rasa asam pada makanan
disebabkan oleh donor proton, misalnya asam pada cuka, buah – buahan, sayuran,
dan garam asam seperti cream of tartar. Intensitas rasa asam tergantung
pada ion H+ yang dihasilkan dari hidrolisis asam (Winarno, 2004).
1. Hasil Uji Citarasa Empat
Rasa Dasar Uji Sebelumnya
RASA
|
Sampel
|
|||
`1
|
2
|
3
|
4
|
|
Asin
|
4%
|
0%
|
1%
|
0%
|
Manis
|
2%
|
8%
|
15%
|
1%
|
Asam
|
1%
|
4%
|
0.4%
|
0.2%
|
Pahit
|
0%
|
0.5%
|
1%
|
0.1%
|
Sampel
|
||||
RASA
|
`1
|
2
|
3
|
4
|
Asin
|
4%
|
0%
|
8%
|
1%
|
Manis
|
1%
|
8%
|
15%
|
2%
|
Asam
|
4%
|
0,2%
|
0,4%
|
12%
|
Pahit
|
2%
|
1,5%
|
1%
|
5%
|
error yang timbul, dalam pengujian ini juga terdapat beberapa kesalahan dalam pengujian, antara lain terdapat beberapa panelis yang memberikan nilai dengan cara menebak, yang akan memberi hasil penilaian tidak sesuai dengan sensasi sensoris yang dirasakan (Anonim, 2006).
Selang waktu yang digunakan
untuk memberi jeda dalam mencoba setiap sample tidak sama, sehingga sensasi
rasa asin masih tertinggal di dalam mulut ketika mencoba sample selanjutnya.
Dan karena penataan acak pada sendok tidak seragam (pengacakan pada
tiap sendok tidak sepola, memungkinkan urutan pengambilan sample
oleh panelis tidak sama, sehingga dimungkinkan timbulnya sensasi ekstrim)
(Anonim, 2006).
KESIMPULAN
Bahan dan pelarut yang digunakan untuk membuat larutan :
Asin :
a. Kadar konsentrasi 0%. Garam yang dibutuhkan : 0
g. Air yang dibutuhkan : 100 ml.
b. Kadar konsentrasi 1%. Garam yang dibutuhkan : 1
g. Air yang dibutuhkan : 99 ml.
c. Kadar konsentrasi 4%. Garam yang dibutuhkan : 4
g. Air yang dibutuhkan : 96 ml.
d. Kadar konsentrasi 8%. Garam yang dibutuhkan : 8
g. Air yang dibutuhkan : 92 ml.
Manis
a. Kadar konsentrasi 1%. Gula yang dibutuhkan : 1
g. Air yang dibutuhkan : 99 ml
b. Kadar konsentrasi 2%. Gula yang dibutuhkan : 2 g.
Air yang dibutuhkan : 98 ml
c. Kadar konsentrasi 8%. Gula yang dibutuhkan : 8
g. Air yang dibutuhkan : 92 ml
d. Kadar konsentrasi 15%. Gula yang dibutuhkan : 15
g. Air yang dibutuhkan : 85 ml
Asam
a. Kadar konsentrasi 0.2%. Asam sitrat yang dibutuhkan
: 0.2ml. Air yang dibutuhkan : 99.8ml
b. Kadar konsentrasi 0.4%. Asam sitrat yang
dibutuhkan : 1.6 ml. Air yang dibuthkan : 98.6 ml
c. Kadar konsentrasi 12%. Asam sitrat yang
dibutuhkan : 12 ml. Air yang dibutuhkan : 88 ml.
d. Kadar konsentrasi 4%. Asam sitrat yang
dibutuhkan : 4 ml. Air yang dibutuhkan : 96ml.
Pahit
e. Kadar konsentrasi 1%. kopi yang dibutuhkan : 1 g. Air yang dibutuhkan : 99 ml.
f.
Kadar konsentrasi 1,5%. kopi yang dibutuhkan : 1,5 g. Air yang dibutuhkan : 98,5ml.
g. Kadar konsentrasi 2%. Kopi yang dibutuhkan : 2g. Air yang dibutuhkan : 98 ml.
h. Kadar konsentrasi 5%. Pil kina yang dibutuhkan :
5 g. Air yang dibutuhkan : 95 ml.
REFERENSI
Winarno, F. G.. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta
: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Kartika,
B, Pudji, H. Dan Wahyu, S. 1998. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakartaa
: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.
Zuhra. Cut Fatimah. 2006. Laporan Penelitian. Medan :
Universitas Sumatra Utara
Jhon. Nofrizal. 2012. Analisis
dan Karakteristik Senyawa Alkaloid dari Tanaman Kina (Chinchona ledgeriana), Jurnal
Penelitian Universitas Jambi Seri Sains : Volume 14, Nomor 2 Halaman : 59 – 64.
Komentar
Posting Komentar