kultum subuh



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvMjXKQP2eGRT0YbJv5vT2RHaM6w4POP-XT_DYd59BYtLGKKlkjM3fwh6IsPDiA_2qQcmCYDHRGBsMv0M7yhytook6iM8_z53amUF_uceHDhKLgizQFbrXavj546LAnGxeVDjBWc7VqUSP/s320/sedekah2-746007.jpg    

 Salah satu Amal Jariyah Yang Pahalanya Mengalir Sampai Hari Kiamat

            Amal Jariyah adalah sebuah amalan yang pahalanya akan terus menerus mengalir hingga hari kiamat, walau pun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Hadis tentang amal jariyah yang popular dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya" (Hadis Riwayat Muslim)
           
            Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariyah.Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda maksudnya, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak soleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai, dan harta yang disedekahkannya "(Hadis Riwayah Ibnu Majah)

Anak soleh yang ditinggalkan:
            Didiklah anakmu menjadi anak yang soleh, karena Anak yang soleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia dan selalu mendo'akan orangtuanya. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangkan nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi. Doa anak yang soleh kepada orang tuanya mustajab di sisi Allah SWT.
Berbahagialah orang tua yang berhasil mencetak generasi sholeh dari anak keturunannya, yang taat kepada Allah Azza wa Jalla , yang mendoakan kebaikan bagi kedua orang tuanya, sekalipun mereka telah meninggal dunia. Sesungguhnya doa baik seorang anak bagi orang tuanya adalah investasi jangka panjang.

            Hadits ini menjelaskan bahwa anak sholeh yang mendoakan kebaikan bagi kedua orang tuanya, maka berkah doa itu akan mengalir sekalipun keduanya telah meninggal dunia. Maka biar tidak sampai terlambat, marilah kita bersemangat menanamkan tauhid pada diri anak-anak kita, menguatkan hubungan dan ketergantungan mereka hanya kepada Allah Azza wa Jalla , mengajak mereka dalam berbagai ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan mengajari mereka akan keagungan makna doa seorang Mukmin kepada Rabb-nya, karena Allah Azza wa Jalla mencintai hamba-hamba yang banyak berdoa kepada-Nya.
           
            Al-Baghawi menceritakan kepada peserta pengajiannya, di kalangan Bani Israil ada seorang lelaki yang saleh, Ia punya seroang anak kecil dan seekor anak lembu. Menjelang hari kematiannya, lelaki itu melepaskan anak lembu tersebut di suatu hutan seraya berdoa. "Wahai Tuhanku, aku menitipkan anak lembu ini untuk anakku sampai ia besar".Setelah ia meninggal dunia, anak lembu itu tidak pernah keluar hutan dan selalu menyembunyikan diri agar tidak terlihat orang lain. Setelah anak itu dewasa, ia membaktikan diri pada ibunya. Ia berkerja mencari kayu bayar untuk kemudian dijual di pasar.
            Suatu hari ibunya mengatakan, "Sesungguhnya ayahmu meninggalkan anak lembu untukmu yang dilepaskan di suatu hutan.
Pergilah anak muda itu ke hutan, dan menemukan lembu yang dimaksud.
Sesampai di rumah, ibunya berkata, "Anakku engkau adalah orang fakir. Tidak punya harta, berpaya-payah mencari kayu bakar. Untuk itu juallah lembu ini." harga tiga dinar. Maka pergilah anak itu ke pasar. Lalu Allah mengutus seorang malaikat :

"Berapa dinar engkau jual lembu ini", tanya malaikat itu. 
"Tiga dinar, dan aku mengadakan perjanjian kepadamu dengan keridhaan ibuku, "Jawab anak muda itu.
"ambillah enam dinar ini, dan usahlah engkau meminta persetujuan ibumu", bujuk malaikat itu.
"Bahkan andai engkau memberiku emas seberat lembu ini, takkan kuterima kecuali dengan keridhaan ibuku".

Anak muda itu pulang kerumah, dan menyampaikan bahwa lembu mereka ditawar enam dinar. 

Pemuda itu kembali lagi kepada ibunya dan memberitahukan mengenai tawaran ini. Sang ibu berkata, "Sesungguhnya orang yang datang kepadamu itu adalah malaikat. Ia menjelma dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Untuk itu jika ia kembali kepadamu, tanyakanlah: apakah engkau mengizinkan aku menjual lembu ini atau tidak?"

Akhirnya malaikat tersebut mengatakan, "Pulanglah engkau dan katakanlah pada ibumu agar merawat lembu ini baik-baik. Kelak Musa bin ''Imran akan membeli lembu darimu, karena ada seseorang yang mati terbunuh dari kaum Bani Israil Untuk itu jangan engkau jual, kecuali dengan uang dinar seberat lembumu itu."

Pemuda itu pulang dan merawat lembunya baik-baik. Tak lama kemudian Allah SWT mentakdirkan Bani Israil supaya menyembelih seekor lembu*. Lalu mereka berkali-kali meminta supaya Nabi Musa a.s. menerangkan sifat-sifat lembu yang akan disembelihnya. Sehingga akhirnya lembu anak muda itulah yang memenuhi syarat. Dan itu semua terjadi semata-mata karena amal bakti anak muda itu kepada ibunya.

Lembu yang dimaksudkan sebagai perantara untuk mencari siapa pelaku pembunuhan di kalangan kaum Bani Israil. Kisah ini diterangkan dalam Al Quran surah Al-Baqarah(kerbau) ayat 67-73.

PELAJARAN HIKMAH YANG DAPAT DIPETIK:

1.Anak dapat menjadi investasi kebaikan jangka panjang di akherat, selama mereka terdidik untuk berbakti kepada kedua orang tua dan tertanam pada kalbu mereka akan pentingnya berdoa kepada Allah Azza wa Jalla dalam setiap keadaan.

2. Membimbing anak selayaknya dilakukan semenjak kecil sehingga ia akan tumbuh di atas kebaikan yang mengakar sampaipun kedua orang tuanya telah tiada.

Cerita ini disarikan dari bagian buku : Ridho Allah tergantung Ridho Orang Tua

Komentar

Postingan Populer